Dota 2 Dead Game?

 Tau game Dota 2? Itu loh game dengan prizepool tournament terbesar di dunia. Game MOBA yang full rilis tahun 2012 dimana game ini melanjutkan kesuksesan dari game Warcraft III. Tujuan dari game Dota ini seperti namanya, Defends of The Ancient. Dimana kita harus menghancurkan ancient musuh untuk bisa memenangkan game. Kita harus bekerja sama dengan team kita yang berjumlah total lima orang untuk dapat mencari gold, membeli item, memenangkan war, menghancurkan tower dll.

Namun, terlepas dari title nya sebagai game dengan prizepool tournament terbesar, banyak orang yang bilang kalau Dota 2 sekarang menjadi dead game khususnya di Indonesia, benarkah begitu? Mari kita bahas.

Sebelumnya mari kita cari tau dulu apa sih sebenarnya dead game itu? Secara sederhana dead game berarti game yang sudah ditinggalkan pemainnya dan tidak lagi menerima update ataupun pembaruan dari developernya, dengan kata lain game ini masih ada tapi sudah tidak ada ataupun sedikit yang memainkan game ini. Lalu, apakah Dota 2 bisa dibilang seperti itu?

  1. Dota 2 masih diminati

Ya, meskipun sudah banyak game mobile yang menyaingi dota seperti Mobile Legends. Tapi, faktanya Dota 2 masih cukup diminati oleh banyak orang. Data di steam charts selama tahun 2023 rata-rata Dota 2 dimainkan sebanyak 400.000 an orang per bulan menunjukkan kalau secara global permainan ini belum ditinggalkan.

2. Developer masih melakukan update rutin

Valve, developer dari Dota 2 sendiri masih terus melakukan update secara rutin baik itu berupa minor update ataupun major update. Hal ini menunjukkan kalau game ini masih belum ‘mati’ dan masih diminati oleh para player nya.

Meskipun begitu, tidak bisa dipungkiri kalau jumlah player Dota 2 memang menurun jika dibandingkan dengan masa keemasan Dota 2. Jadi, daripada disebut dead game, mungkin lebih cocok disebut game yang mulai sepi?

Comments